Sepagi ini, setelah bangun tidur anakku kirana 2,2y bergegas keluar rumah, yang dituju adalah rumah pak untarya. "Untayaaa...untayaaa" panggilnya nyaring Dari luar pintu gerbang, seperti sedang memanggil teman sebaya untuk mengajak main, entah karena merasa dekat atau karena susah mengucapkan kata pa didepan nama bapak untarya.
Beliau tetangga saya hanya berselang dua rumah dari rumahku. Pak untarya umurnya kira-kira 60 tahunan, beliau tidak memiliki anak, tetapi beliau sangat suka memelihara kucing, berpuluh-puluh kucing ada dirumahnya. Mungkin inilah awal ketertarikan kiran selalu kerumah pa untarya, karena ada kucing hewan kesukaannya.
Setiap pagi pa untarya memandikan kucing, membersihkan kandang dan mengumpulkan pasir bekas kotoran kucing serta memberinya makan, hampir setiap pagi itu pula anakku kiran, menyambangi rumah nya tentunya untuk melihat aktifitas merawat kucing dan mengelus gemas sikucing-kucing lucu itu.
Berawal dari situ pula akhirnya kiran merasa nyaman dengan bapak ini. Sampai suatu hari aku mendengar anaku bercerita ringan "pa untarya bola kiran kempes soalnya ketusuk jarum sama mba kinan"
Antara geli dan gemas, apapun hal menarik menurutnya, dia ceritakan sama pa untarya orang yang mungkin lebih pantas jadi kakeknya.
Ternyata kesamaan hobi bisa mendekatkan seseorang. Namun saya tetap berharap anak-anaku, akan tetap nyaman menceritakan apapun padaku, baik buruk, keluh kesahnya. Semoga saya bisa menjadi tempat pertama bagi anak-anak untuk bertanya, meminta atau apapun sebelum orang lain atau temannya diluar sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar